TUGAS
FISIOLOGI REPRODUKSI TERNAK
“GAMBAR
ALAT REPRODUKSI UNGGAS DAN RUMINANSIA”

NAMA : RELTI
NIM : 05111004031
DOSEN : Elizahara S.Pt ,
M.Si
PROGRAM
STUDI PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2013
2013
SISTEM REPRODUKSI PADA AYAM
Organ reproduksi pada unggas adalah ovarium dan oviduct untuk
unggas betina dan testis untuk unggas jantan. Pada unggas betina organ
reproduksi bagian kiri yang berkembang normal dan berfungsi dengan baik tetapi
untuk bagian kanan mengalami rudimeter
- Ayam Betina

Organ reproduksi ayam betina
Organ reproduksi ayam betina terdiri dari ovarium dan oviduct.
Pada ovarium terdapat banyak folikel dan ovum. Oviduct terdiri
dari infudibulum, magnum, ithmus, kelenjar kerabang telur dan vagina
Ovarium
Ovarium terletak pada daerah kranial ginjal diantara rongga dada dan rongga
perut pada garis punggung sebagai penghasil ovum. Ovarium sangat kaya akan
kuning telur atau yang disebut yolk. Ovarium terdiri atas dua lobus
besar yang banyak mengandung folikel-folikel .Ovarium biasanya terdiri dari 5
sampai 6 ovum yang telah berkembandan sekitar 3.000 ovum yang belum masak
yang berwarna putih .
Yolk merupakan tempat disimpannya sel benih (discus
germinalis) yang posisinya pada permukaan dipertahankan oleh latebra. Yolk dibungkus
oleh suatu lapisan membran folikuler yang kaya akan kapiler darah, yang berguna
untuk menyuplai komponen penyusun yolk melalui aliran darah
menuju discusgerminalis. Bagian yolkmempunyai suatu
lapisan yang tidak mengandung pembuluh kapiler darah yang disebut stigma.
Pada bagian stigma inilah akan terjadi perobekan selaput
folikel kuning telur, sehingga telur akan jatuh dan masuk ke dalam ostium yang
merupakan mulut dari infundibulum.

Gambar. Ovarium dari ayam petelur
Perkembangan kuning telur dimulai
setelah oocyt (discus germinalis) berkembang secara
perlahan-lahan pada hari ke-10 sampai 8 sebelum ovulasi, dengan adanya
penimbunan zat-zat makanan. Pada hari ke- 7 sampai 4 sebelum ovulasi
pembentukan yolk terjadi sangat cepat. Pada hari ke-7 sampai 6
sebelum ovulasi yolk, sebesar 1/10 kali yolk masak.
Pada hari ke-6 sebelum ovulasi terjadi lapisan konsentris yolk dan
diameter yolk berkembang dari 6 sampai 35 mm. Lapisan
konsentris terdiri dari lapisan putih dan kuning yang dipengaruhi oleh
perbedaan xanthophyl pakan dan periode siang malam. Pada hari
ke-4 sebelum ovulasi yolk sudah berebentuk sempurna
seperti pada yolk masak. Pada hari ke-3 penimbunan
komponen yolk mulai lambat dan berhenti sama sekali pada hari
ke-1 sebelum ovulasi dengan diameter sekitar 40 mm . Proses perkembangan
folikel yolk ini dipengaruhi oleh hormon pituitari setelah
terjadinya kematangan seksual pada ayam betina .Ovarium menghasilkan beberapa
hormon pada saat perkembangannya, folikel-folikel pada ovarium ini berkembang
karena adanya FSH (Follicle-Stimulating Hormone) yang diproduksi oleh
kelenjar pituitari bagian anterior .
Oviduk Oviduk terdapat
sepasang dan merupakan saluran penghubung antara ovarium dan uterus. Pada
unggas oviduk hanya satu yang berkembang baik dan satunya mengalami rudimeter.
Bentuknya panjang dan berkelok-kelok yang merupakan bagian dari ductus
Muller. Ujungnya melebar membentuk corong dengan tepi yang berjumbai induk
terdiri dari lima bagian yaitu: infundibulum atau funnel, magnum,
ithmus, uterus atau shell gland dan vagina .
Oviduk mempunyai struktur yang kompleks
untuk menghasilkan bahan sekitar 40 g (10 g padat dan 30 g air) dalam waktu
sekitar 26 jam. Secara garis besar terdiri lapisan perotoneal eksternal
(serosa), lapisan otot longitudinal luar dan sirkuler dalam, lapisan jaringan
pengikat pembawa pembuluh darah dan syaraf, serta lapisan mukosa yang melapisi
seluruh duktus.
Infundibulum. Infundibulum adalah bagian teratas dari oviduk dan mempunyai panjang
sekitar 9 cm . Infundibulum berbentuk seperti corong atau fimbria dan menerima
telur yang telah diovulasikan. Pada bagian kalasiferos merupakan tempat
terbentuknya kalaza yaitu suatu bangunan yang tersusun dari dua tali mirip
ranting yang bergulung memanjang dari kuning telur sampai ke kutub-kutub telur .
Pada bagian leher infundibulum yang merupakan bagian kalasiferos juga merupakan
tempat penyimpanan sperma, sperma juga tersimpan pada bagian pertemuan antara
uterus dan vagina. Penyimpanan ini terjadi pada saat kopulasi hingga saat
fertilisasi .
Infundibulum selain tempat ovulasi juga
merupakan tempat terjadinya fertilasi. Setelah fertilasi, ovum akan mengalami
pemasakkan setelah 15 menit di dalam infundibulum, dan dengan gerak peristaltik
ovum yang terdapat pada yolk akan masuk ke bagian magnum.
Magnum. Magnum merupakan
saluran kelanjutan dari oviduk dan merupakan bagian terpanjang dari
oviduk. Batas antara infundibulum dengan magnum tidak dapat terlihat dari luar .
Magnum mempunyai panjang sekitar 33 cm dan tempat disekresikan albumen
telur. Proses perkembangan telur dalam magnum sekitar 3 jam .
Albumen padat yang kaya akan mucin disekresikan
oleh sel goblet yang terletak pada permukaan mukosa magnum dan jumlah albumen
yang disekresikan sekitar 40 sampai 50% total albumen telur.
Ithmus. Setelah melewati
infundibulum telur masuk ke dalam Ithmus. Antara ithmus dan magnum
terdapat garis pemisah yang nampak jelas yang disebut garis penghubung
ithmus-magnum.
Panjang ithmus sekitar 10 cm dan merupakan
tempat terbentuknya membran sel (selaput kerabang lunak) yang banyak tersusun
dari serabut protein, yang berfungsi melindungi telur dari masuknya
mikroorganisme ke dalam telur. Calon telur di dalam ithmus selama 1,25 jam.
Dua lapisan membran sel telur saling
berhimpit dan ada bagian yang memisah/melebar membentuk bagian yang disebut
rongga udara (air cell), air cellakan berkembang
mencapi 1,8 cm. Rongga udara bisa digunakan untuk mengetahui umur telur dan
besar telur .
Uterus. Uterus merupakan
bagian oviduk yang melebar dan berdinding kuat. Di dalam uterus telur
mendapatkan kerabang keras yang terbentuk dari garam-garam kalsium . Uterus (shell
gland) mempunyai panjang sekitar 10 sampai 12 cm dan merupakan tempat
perkembangan telur paling lama di dalam oviduk, yaitu sekitar 18 sampai 20 jam .
Selain pembentukan kerabang pada uterus
juga terjadi penyempurnaan telur dengan disekresikannya albumen cair, meneral,
vitamin dan air melalui dinding uterus dan secara osmosis masuk ke dalam
membran sel. Pada uterus terjadi penambahan albumen antara 20 sampai 25%
(North, 1978).
Deposisi kalsium sudah terjadi sebagian
kecil di ithmus dan dilanjutkan di uterus. Deposisi terjadi pada bagian inner
shell, lapisan mammillary (berupa kristal kalsit) yang
membetuk lapisan material berongga. Komposisi komplit dari kerabang telur
berupa kalsit (CaCO3), dan sedikit sodium, potasium dan magnesium .Pada
kutikula terdapat lapisan porus yang berguna untuk sirkulasi air dan udara.
Vagina. Bagian akhir dari
oviduk adalah vagina dengan panjang sekitar 12 cm. Telur masuk ke bagian vagina
setelah pembentukan oleh kelenjar kerabang sempurna (di dalam uterus). Pada
vagina telur hanya dalam waktu singkat dan dilapisi oleh mucus yang
berguna untuk menyumbat pori-pori kerabang sehingga invasi bakteri dapat
dicegah. Kemudian telur dari vagina keluar melalui kloaka .
Ayam Jantan
Organ reproduksi ayam jantan terdiri dari
sepasang testis (T), epididimis (Ep), duktus deferens (D.d.) dan organ kopulasi
pada kloaka (Cl) , gambar :

Gambar Organ reproduksi dan urinari
pada ayam jantan
Testis , Testis berjumlah sepasang
terletak pada bagian atas di abdominal kearah punggung pada bagian anterior
akhir dari ginjal dan berwarna kuning terang. Pada unggas testis tidak seperti
hewan lainnya yang terletak di dalam skrotum Fungsi testis menghasilkan hormon
kelamin jantan disebut androgen dan sel gamet jantan disebut sperma .
Epididimis. Epididimis berjumlah sepasang dan terletak pada bagian sebelah dorsal
testis. Berfungsi sebagai jalannya cairan sperma ke arah kaudal menuju ductus
deferens.
Duktus deferens , Jumlahnya sepasang, pada ayam jantan muda kelihatan lurus dan pada ayam
jantan tua tampak berkelok-kelok. Letak ke arah kaudal, menyilang ureter dan
bermuara pada kloaka sebelah lateral urodeum.
Organ kopulasi . Pada unggas duktus deferens berakhir pada suatu lubang papila kecil yang
terletak pada dinding dorsal kloaka. Papila kecil ini merupakan rudimeter dari
organ kopulasi .
SISTEM REPRODUKSI MERPATI
Merpati Jantan

Pada hewan jantan terdapat sepasang testis yang bulat, berwarna
putih, melekat disebelah anteriornan ren disuatu alat penggantung. Testes
sebelah kanan lebih kecil dari pada yang kiri. Dari masing-masing testis
terjulur saluran vasdeverensia sejajar dengan ureter ynag berasal dari ren.
Pada sebagian besar aves memiliki vesicula seminalis yang merupakan gelembung
kecil bersifat kelenjar sebagai tempat penampungan sementara sperma sebelum
dituangkan melalui papil yang terletak pada cloaka pada beberapa spesies
memiliki penis sebagai alat untuk menuangkan sperma ke kloaka hewan betina.
Organa genetika muscularis masculine, terdiri atas:
a)Testis,
berbentuk oval, warna keputihan, terletak di ventral lobus renis yang paling
oranial, jumlahnya sepasang, pada masa kawin kelamin membesar dan berfungsi
sebagai penghasil sperma.
b)Saluran
reproduksi. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen dan epididimis. Duktus
wolf bergelung dan membentuk duktus deferen. Pada burung-burung kecil, duktus
deferen bagian distal yang sangat panjang membentuk sebuah gelendong yang
disebut glomere. Dekat glomere bagian posterior dari duktus aferen berdilatasi
membentuk duktus ampula yang bermuara di kloaka sebagai duktus ejakulatori.
Duktus eferen berhubungan dengan epididimis yang kecil kemudian menuju duktus
deferen. Duktus deferen tidak ada hubungannya dengan ureter.
•Epididymis,
sepasang, kecil, terletak pada sisi dorsal testis, berupa saluran spermatozoid.
•Ductus defferens, juga sepasang, pada burung muda kelihatan lurus, sedang pada burung tua tampak berkelak-kelok, berjalan ke caudal menyilang ureter, kemudian bermuara di dalam cloaca.
•Ductus defferens, juga sepasang, pada burung muda kelihatan lurus, sedang pada burung tua tampak berkelak-kelok, berjalan ke caudal menyilang ureter, kemudian bermuara di dalam cloaca.
•Mesorchium.
Merupakan penggantung testis, berasal dari derivat peritoneum.
Alat kopulasi, alat kopulasi pada merpati jantan berupa kloaka. Pada waktu kopulasi, maka kloaka kedua jenis burung saling di tempelkan kuat-kuat, sehingga sperma yang keluar pada waktu ejakulasi langsung masuk kedalam proctodeum hewan betina, untuk kemudian meneju ke oviduct.
Alat kopulasi, alat kopulasi pada merpati jantan berupa kloaka. Pada waktu kopulasi, maka kloaka kedua jenis burung saling di tempelkan kuat-kuat, sehingga sperma yang keluar pada waktu ejakulasi langsung masuk kedalam proctodeum hewan betina, untuk kemudian meneju ke oviduct.
Perbedaan Sistem Reproduksi Merpati Jantan dan Ayam Jantan
1)Ukuran
testis merpati jantan lebih kecil dari pada testis pada ayam.
2)Pada merpati ukuran testis sebelah kanan lebih kecil dari pada testis sebelah kanan. Sedangkan pada ayam kedua ukuran testinya sama.
3)Pada merpati vasdeverennya sebelah kanan berkembang dengan baik, berbentuk panjang dan berkelok –kelok yang sebelah kiri kurang berkembang dengan baik dan berbentuk agak lurus.
4)Pada ayam kedua vasdeverenya berkembang dengan baik, pada bagian atas bentuknya agak lurus dan pada bagian bawah berkelok-kelok.
2)Pada merpati ukuran testis sebelah kanan lebih kecil dari pada testis sebelah kanan. Sedangkan pada ayam kedua ukuran testinya sama.
3)Pada merpati vasdeverennya sebelah kanan berkembang dengan baik, berbentuk panjang dan berkelok –kelok yang sebelah kiri kurang berkembang dengan baik dan berbentuk agak lurus.
4)Pada ayam kedua vasdeverenya berkembang dengan baik, pada bagian atas bentuknya agak lurus dan pada bagian bawah berkelok-kelok.
Perbedan Yang Lain Pada Merpati Jantan dan Ayam Jantan.
1)
Ayam jantan dalam sehari
lebih sering berkopulasi dengan ayam betina sedangkan merpati jantan jarang
berkopulasi.
2)
Ayam jantan tidak ikut
mengerami telur ayam betina, sedangkan pada merpati jantan ikut mengerami telur
merpati betina sampai menetas.
3)
Ayam jantan sering bergonta-ganti pasangan,
sedangkan merpati jantan setia pada jodohnya sampai mati.
4)
Pada ayam jantan tidak ikut
merawat anaknya, sedangkan pada merpati jantan ikut merawat anaknya sejak telur
menetas sampai dewasa.
Merpati
Betina

Sistem
Reproduksi Merpati BetinaSistem reproduksi pada Burung Merpati Betina
berdasarkan hasilpengamatan yang dibandingkan dengan literature yang diperoleh,
tersusunatas ovarium berwarna orange kemerahan yang di dalamnya tersusun
atassel-sel telur Merpati dalam bentukan seperti buah anggur. Di dalamovarium
terdapat berbagai macam tahap perkembangan ovum,perkembangan ovum dapat dilihat
dari ukuran ovum di dalam ovarium.Didalam sistem reproduksi Burung Merpati
betina terdapat uterusyang tidak berkembang, uterus pada burung merpati dan
pada sebagianbesar kelas aves berfungsi mensekresikan zat kapur yang
kemudianmelindungi telur dengan dalam bentuk cangkang. Ovarium dan
uterusdihubungkan dengan suatu saluran panjang yang disebut oviduct.
Ovumbergerak menuju uterus dan kloaka melalui saluran ini. Keseluruhan sistem
ini berakhir pada kloaka yang berhubungan dengan sistem ekskresidan digesti.
SISTEM REPRODUKSI ANGSA
Angsa Jantan

Sistem
reproduksi angsa jantan terdiri dari tiga bagian yang berbeda:
Testis : Ada dua
testis berbentuk kacang di dalam rongga tubuh yang memproduksi spermatozoa baik
dan hormon laki-laki. Mereka sangat vascularized dan perubahan ukuran dan
posisi menurut apakah angsa jantan yang aktif secara seksual atau tidak. Usia
kematangan seksual untuk Ganders secara langsung berkaitan dengan program
pencahayaan mereka. Namun, produksi spermatozoa biasanya tidak dimulai sampai
Ganders setidaknya 30 minggu usia. Dari testis bergerak ke spermatozoa
epididimis.
Vas deferens : Ini (ada dua) mengikuti
urethras dan transportasi spermatozoa dari testis dan epididimis pada organ
sanggama. Panjang jelas mereka adalah 15 cm, tetapi mereka memiliki banyak
tikungan dan tikungan dan bahkan mengukur lebih dari 30 cm. Vas deferenes
adalah lokasi pematangan spermatozoa dan penyimpanan. Mereka berakhir pada
vesikula seminalis yang terletak di dinding kloaka.
Organ yg menggabungkan
Bertentangan
dengan ayam, Gallus gallus, organ sanggama dari angsa jantan yang dikembangkan
dengan sangat baik. Hal ini invaginated, spiral seperti dan sekitar 15 cm.
Sebuah alur spermatika berjalan sepanjang seluruh panjang organ dan mengangkut
air mani setelah ejakulasi.
Angsa Betina
Seperti kebanyakan burung lain,
angsa betina memiliki sistem reproduksi yang unik yang terletak di sisi kiri
perutnya. Fungsi sistem reproduksi adalah memproduksi, pupuk dan matang oosit.
Setelah kopulasi atau inseminasi
telah terjadi, saluran telur memainkan peran dalam penyimpanan spermatozoa.
Ketika oosit matang dilepaskan pada kuning telur ovulasi, ia dijemput oleh
infundibulum mana pembuahan terjadi. Putih telur atau albumen kemudian
disekresikan terutama dalam magnum. Telur kemudian pindah ke tanah genting di
mana membran shell terbentuk. Dalam rahim atau kelenjar shell, air dan albumen
tipis ditambahkan dan shell terbentuk. Vagina memiliki komponen otot yang
membantu untuk mengusir telur melalui kloaka.
ALAT REPRODUKSI RUMINANSIA BETINA

Organ reproduksi betina, organ reproduksi primer,
ovaria, menghasilkan ovarium dan hormon-hormon kelamin betina. Organ-organ
sekunder atau saluran reproduksi terdiri dari tuba fallopi (oviduct),
uterus, cervix, vagina dan vulva. (Dellman, 1992).Secara anatomik alat
reproduksi betina terdiri dari gonad atau ovarium, saluran-saluran reproduksi,
dan alat kelamin luar (Partodiharjo,1992).
Ovarium
Ovarium pada sapi berbentuk bulat
telur. Ukurannya relatif kecil dibanding dengan besar tubuhnya. Ukurannya
adalah panjang 2 sampai 3 cm, lebar 1 sampai 2 cm, tebal 1 sampai 2 cm, dan
beratnya berkisar antara 15 sampai 19 gram. Ovarium digantung oleh alat
penggantung mesovarium dan ligamentum utero ovarika (Hardjopranjoto, 1995).
Ovarium tertinggal di dalam cavum abdominalis. Ovarium mempunyai dua
fungsi, sebagai organ eksokrin yang menghasilkan sel telur atau ovum dan
sebagai organ endokrin yang mensekresikan hormon kelamin betina estrogen dan
progesterone (Santoso, 2009).
Oviduct
Oviduct merupakan
bagian yang berperan penting dalam peristiwa kopulasi saat proses reproduksi. Oviduct
terdapat sepasang (kiri dan kanan) dan merupakan saluran kecil berkelok-kelok
membentang dari depan ovarium berlanjut ke tanduk uterus. Oviduct
sendiri terdiri dari tiga bagian yaitu infundibulum, ampula, dan isthmus.
Pada masing-masing bagian memiliki keunikan tersendiri, seperti misalnya bagian
infundibulum, bagian ujung infundibulum terdapat jumbai-jumbai yang disebut fimbria.
Bagian isthmus dengan ampula dibatasi oleh suatu ampulari
ismic junction yang berperan dalam pembuahan, sedangkan batas antara isthmus
dengan uterus adalah uteri tubal junction.(Hafez, 1993)
Bagian ujung infudibulum membentuk suatu fimbria. Infudibulum ini
nampaknya berperan aktif dalam ovulasi, paling tidak dalam melingkupi sebagian
atau keseluruhan ovari dan mengarahkan ovum menuju kebukaan abdominal dari tuba
uterin. Panjang tuba uterin (oviduct) berkisar 25 cm (Frandson, 1992).
Ampula bagian cauda merupakan tempat terjadinya pembuahan. Dalam ampula
aktivitas silia merupakan kekuatan utama untuk menggerakkan ovum kearah isthmus,
tetapi pada beberapa spesies kontraksi otot juga berperan. Meskipun
spermatozoa berkembang dalam saluran reproduksi jantan, kemampuan membuahi pada
hewan piaraan hanya dapat dicapai setelah kapasitasi dalam tuba uterina
(Dellman dan Brown, 1992). Pembuahan yaitu persatuan antara sel telur dan
sperma, terjadi disepertiga bagian atas dari oviduct (Blakely dan Bade,
1991).
Uterus
Uterus
merupakan bagian saluran alat kelamin betina yang berbentuk buluh, berurat
daging licin, untuk menerima ova yang telah dibuahi atau embrio dari tuba
falopii (Hardjopranjoto, 1995). Uterus merupakan tempat implantasi konseptus
(zigot yang telah berkembang menjadi embrio) (Dellman dan Brown, 1992). Fungsi
uterus adalah sebagai jalannya sperma pada saat kopulasi dan motilitas
(pergerakan) sperma ke tuba falopii dibantu dengan kerja yang sifatnya
kontraktil. Uterus juga berperan besra dalam mendorong fetus serta membrannya
pada saat kelahiran (Hunter, 1995).
Panjang corpus
uteri berkisar antara 2 sampai 4 cm, sedangkan panjang cornua uteri berkisar
35 sampai 40 cm (Frandson, 1992). Dinding uterus terdiri dari tiga lapis yaitu 1) endometrium, 2) tunica
muscularis atau miometrium, 3) tunica serosa atau perimetrium.
Pada ruminansia, terdapat endometrim dengan penebalan terbatas,
disebut karankula. Karankula ini banyak mengandung fibroblast dan
vasikularisasinya ekstensif (Dellman dan Brown, 1992). Karankula adalah
tonjolan-tonjolan yang menyerupai bentuk cendawan dari permukaan dalam uterus
ruminansia yang merupakan tempat perlekatan membran fetus (Frandson, 1992).
Miometrium merupakan lapisan di bawah endometrium, terdiri dari
urat daging licin melingkar (sirkuler) kuat disebelah dalam dan yang memanjang
(longitudinal) disebelah luar. Antara endometrium dan miometrium ada
lapisan vascular, yang banyak ditemukan pembuluh darah kapiler. Lapisan perimetrium
atau lapisan serosa adalah lapisan terluar dari dinding uterus
(Hardjopranjoto, 1995).
Serviks
Serviks merupakan suatu struktur yang mempunyai sfingter (sphincter) yang
memisahkan rongga uterin dengan rongga vagina. Fungsi pokok serviks adalah
untuk menutup uterus guna melindungi masuknya invasi bakteri maupun masuknya
bahan-bahan asing. Sfingter itu tetap dalam keadaan tertutup kecuali
pada saat kelahiran (Hardjopranjoto, 1995)
Selama birahi dan kopulasi, serviks berperan sebagai jalan masuknya sperma. Jika kemudian terjadi kebuntingan, saluran uterin itu tetutup dengan sempurna
guna melindungi fetus. Beberapa saat sebelum kelahiran, pintu itu mulai
terbuka, serviks mengembang, hingga fetus dan membran dapat melaluinya
pada saat kelahiran (Hardjopranjoto, 1995).
Serviks pada sapi panjangnya antara 5 sampai 10 cm mempunyai
diameter antara 2 sampai 6,5 cm. Pada bagian depan terdapat mulut sebelah
dalam (orificium uteri internum) bagian belakangnya terdapat mulut
sebelah luar (orificium uteri eksterna) atau sering disebut juga disebut
sebagai mulut vagina (orificium vaginae) (Hardjopranjoto, 1995).
Vagina
Vagina
adalah bagian saluran peranakan yang terletak di dalam pelvis di antara uterus
(arah kranial) dan vulva (kaudal). Vagina juga berperan sebagai selaput yang
menerima penis dari hewan jantan pada saat kopulasi (Frandson, 1992). Vagina
merupakan buluh berotot yang menjulur dari serviks sampai vestibulum
(Dellman dan Brown, 1992).
Vulva
Organ reproduksi bagian
luar hewan betina terdiri atas vulva dan klistoris. Vulva terdiri dari atas Labia
mayora dan labia minora. Labia mayora berwarna hitam dan
tertutupi oleh rambut. Labia mayora merupakan bagian terluar dari vulva.
Sedangkan bagian dalam vulva yang tidak terdapat rambut yaitu labia minora.
(Bearden and
Fuquay, 1997).
Klitoris
Alat reproduksi bagian luar terdapat
banyak ujung syaraf perasa. Syaraf perasa memegang peranan penting pada waktu
kopulasi. Klitoris terdiri dari korpora kavernosa klitoridis yang bersifat
erektil, glans klitoridis yang rudimenter dan praeputium klitoridis.
(Dellmann, 1992)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar